HUT RI Memo X

Menu

Perceraian di Jatim Tertinggi se Indonesia

  Dibaca : 95 kali
Perceraian di Jatim Tertinggi se Indonesia
space ads post kiri

Sidoarjo Memo X – Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa menilai provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi wilayah tertinggi kasus perceraiannya di Indonesia.

Penyebab perceraian salah satunya adalah masalah ekonomi (kesejahteraan) dan penggunaan Hand Phone (HP) terbaru gadget.

Selama ini, prosesnya rata-rata sebagian besar melalui gugatan atau perceraian yang diajukan pihak istri.

“Jatim rangking satu dari seluruh Indonesia kasus perceraiannya. Rata-rata justru yang paling tinggi adalah gugatan dari pihak perempuan,” terang Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan Workshop layanan lembaga konsultasi keluarga maslahah PW Muslimat NU Jawa Timur di Rumah Sakit Siti Hajar, Sidoarjo, Sabtu (30/09/2017) petang.

Khofifah yang juga menjabat Ketua Umum PP Muslimat NU ini menguraikan masih banyak persoalan rumah tangga yang dihadapi perempuan saat ini. Salah satunya gadget memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kasus perceraian.

Karena dengan gadget benih-benih cinta lama bisa muncul kembali atau istilahnya Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK).

“Untuk itu, kami minta pasangan suami-istri agar saling menjaga masalah rumah tangga seberat apa pun masalahnya. Jangan sampai keutuhan rumah tangga hancur karena salah satu pihak mementingkan egonya. Afda sejumlah kasus perceraian yang masih bisa dicegah jika mediasi dan konsultasi berjalan dengan baik. Apalagi, problem selanjutnya akibat perceraian ialah pada anak-anak,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan RI ini, dibutuhkan adanya wadah untuk konseling bagi para perempuan. Tujuannya untuk mengurai persoalan rumah tangga masing-masing keluarga.

“Harus segera ada solusinya. Muslimat harus hadir memberikan solusi dengan membuka lembaga konseling,” tegasnya.

Oleh karena itu, Khofifah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keharmonisan keluarga. Termasuk memcegah banyak beredar permen susu yang mengandung sabu-sabu dengan target dan sasaran peredaran ke siswa TK dan SD.

“Kami minta Muslimat harus bisa memberikan sosialisasi bahaya permen narkoba ini kepada masyarakat. Karena para bandar narkoba ini sudah mulai mencari regenerasi target operasi dari tingkat dewasa dan remaja menuju anak-anak,” pungkasnya. (wan/jun)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional