pariwisata kabupaten jember

Diduga Mark Up Dana Desa, Kades Grujugan Dilaporkan Ke Kejaksaan

  Dibaca : 417 kali
Diduga Mark Up Dana Desa, Kades Grujugan Dilaporkan Ke Kejaksaan
Ketua LSM LPH RI Moh.Anwar, SH saat menunjukkan surat bukti laporan dugaan mark up dana desa
space ads post kiri

Sumenep, Memo X – Diduga melakukan mark up anggaran Dana Desa (DD), oknum Kepala Desa Grujugan, Kecamatan Gapura dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Penegak Hukum RI ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. Hal itu terkait dengan pembangunan masjid dan mushola yang dinilai tidak transparan.

Laporan diterima oleh Rusdi salah seorang pegawai Kejari dengan nomor berita acara tanda terima surat: NO.194/LPH-RI/VII/2017, tanggal 1 Agustus 2017. 

Ketua LSM LPH-RI, Moh. Anwar, SH mengatakan, ada dugaan mark up dan korupsi yang dilakukan oleh oknum Kades Desa Grujugan.

Anwar menyebutkan, berdasarkan investigasi yang ia lakukan bahwa pembangunan masjid dan mushalla di desa tersebut dinilai tidak transparan.

Pembangunan berupa rawat beton yang bersumber dari dana desa (DD) tahun anggaran 2016 itu dinilai tanpa persetujuan dan musyawarah dari pihak takmir masjid Taufiqul Akbar dan pengasuh mushalla di Dusun Karang Mimba, Desa setempat.

“Kami sudah melakukan investigasi kebawah, dan sudah minta pernyataan dari pihak takmir masjid dan pengasuh mushalla bahwa proyek pembangunan rawat beton itu diduga tidak transparan secara pengelolaan anggaran,” kata Moh. Anwar, SH, Ahad (20/8/2017).

Bahkan Anwar merinci, dari hasil investigasi yang dilakukan, dia menemukan beberapa kejanggalan seperti penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan RAB.

Page 1 of 212
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional