HUT RI Memo X

Menu

Coban Srengenge, Wisata Unggulan Desa Tirtomarto-Ampelgading

  Dibaca : 341 kali
Coban Srengenge, Wisata Unggulan Desa Tirtomarto-Ampelgading
Coban Srengenge
space ads post kiri

*Kades Berharap Menjadi Binaan Disparbud Kabupaten Malang 

 

Malang, Memo X-Kabupaten Malang, ternyata kaya potensi wisata alam, baik gunung, pantai maupun coban. Ada sekitar 150 titik lokasi wisata, dimana 76 diantaranya dalam pengelolaan Pemkab Malang. Sementara sisanya dikelola oleh Perumahan Perhutani KPH Malang. Sayangnya, pengelolaan sejumlah kawasan wisata milik desa itu, saat ini belum bisa optimal. Pasalnya, untuk mengelola kawasan  wisata tersebut harus didasari  payung hukum, yakni dengan terbitnya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Kepala Desa Tirtomarto, Joni Suhariyanto

Kepala Desa Tirtomarto, Joni Suhariyanto

“Dengan  demikian pemerintah akan bantu memfasilitasi dan menyuport pengelolaan usaha wisata tersebut jika sudah terbentuk BumDes,” kata Kresna Dewanata Phrosakh, anggota Komisi X DPR-RI,saat melakukan Kunjungan kerjanya di Desa Sidorenggo Kecamatan Ampelgading, Sabtu (22/7/2017) kemarin. Seperti keberadaan Coban Srengenge (matahari) di Desa Tirtomarto Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang.

Letak Coban tingkat tiga itu tepatnya  di Dusun Sumberwangi desa setempat. Pesona alam yang menakjubkan menyajikan tiga titik mata  air terjun dalam satu tempat. Coban srengenge ini terbilang masih alami sekali karena meskipun sudah ditemukan beberapa tahun yang lalu. Namun pengelolaannya oleh masyarakat baru akhir-akhir ini, karena faktor tenaga dan biaya.

Kepala Desa Tirtomarto, JoniSuhariyanto berharap adanya binaan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang. “Kami berharap adanya binaan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang. Yang jelas, jika Coban ini dikelola secara maksimal, kedepannya, selain menambah Pendapat Aset Desa (PAD) juga untuk kesejahteraan warga,” jelas Joni.

Tambah dia, pesona alam coban Srengenge boleh dibilang sangat unik kita  bisa melihat pelangi yang begitu amat sangat jelas. Bahkan bisa tumpuk. Waktu yang tepat kita bisa melihat pelanginya dikisaran waktu pukul 09.00 hingga 12.00 Wib. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Werdhantara menegaskan, untuk pengembangan potensi wisata saat ini tak harus dilakukan oleh pihak Pemkab Malang semata. Tetapi juga hasil temuan  komunitas pencinta alam termasuk masyarakat.

“Setelah hasil temuan itu memenuhi kriteria persyarakatan, salah satunya menarik. Kami juga siap melakukan pembinaan, termasuk mengucurkan bantuan terkait kondisi sarana maupun prasarananya,” jelas Made beberapa waktu lalu. Sekilas tentang Desa Tirtomarto, terletak di bagian Lereng Gunung Semeru. Untuk sampai ke desa berpenduduk 5800 jiwa ini, kita harus melintasi jembatan Kalimanjing yang merupakan pintu gerbang masuk desa berhawa sejuk dan terdiri dari 3 pedukuhan ini. (sur/yan) 

 

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional